Sunday, 4 July 2010

Sejarah Anyaman Bambu Halus Tasikmalaya dan Perkembangannya

Tulisan ini adalah sebagian dari tulisan* yang sudah dimuat di Jurnal Dimensi, Seni Rupa dan Desain, Vol.7 No.1, September 2009. yang juga merupakan cuplikan dari tesis yang penulis buat saat menyelesaikan studi di Departemen Seni Rupa, FTP, ITB, Bandung, tahun 1973. (red. Penulis*)

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pencipta anyaman bambu halus di Tasikmalaya adalah seorang petani-perajin Martadinata (Haji Soheh) pada tahun 1890. Tahun 1901 Pemerintah Hindia Belanda, mengangkat Martadinata sebagai guru untuk menyebarkan jenis kerajinan tangan ini ke Jawa Tengah (Ngawi, Nganjuk) dan Sulawesi (Makassar). Penyebarannya di Tasikmalaya sendiri baru setelah tahun 1904, setelah pemerintah Hindia Belanda memberlakukan etische politiek.

Sunday, 20 June 2010

Mang Koko Seniman Sunda Kawentar, asli urang Tasikmalaya

Koko Koswara, nénéhna Mang Koko, lahir di Kacamatan Indihiang, Tasikmalaya, 10 April 1917. Ramana Ibrahim alias Sumarta, anu aya teureuh ti Sultan Banten (Sultan Hasanuddin).

Anjeunna kagungan putra 8, diantawisna Tatang Benyamin Koswara (ayeuna pupuhu Yayasan Cangkurileung) sareng Ida Rosida (salah sawios panembang kahot sareng kungsi maén sinetron "Inohong di Bojongrangkong").

Atikan anjeunna dikawitan ti HIS (1932), MULO Pasundan (1935). Mang Koko kalebet anu ta'at sareng patuh kana agamana (Islam).

Kolonel (Purn) TNI-AU Soerjo Argawisastra (Pejuang dan Tokoh Koperasi Jawa Barat dari Tasikmalaya)

Soerjo Argawisastra, Pajoang Jeung Tokoh Koperasi Jawa Barat (Indonesia) nu kawitna ti Indihiang, Tasikmalaya

Kagiatanana dina widang koperasi ti alam penjajahan keneh, nepi ka ahirna dina jaman pamarentahan Bung Karno, pamarentah ngadegkeun Departemen Koperasi. Dina widang kamiliteran kungsi jadi tentara Peta, TNI Angkatan Darat, ari pangsiunna mah ti TNI Angkatan Udara. Kungsi jadi anggota JOP, KBI, Persitas, malahan jadi wartawan Cipatahoenan. Bulan Agustus loba tanggal anu penting. 

Asal Nama Indihiang

Indihiang adalah sebuah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tasikmalaya dan merupakan pintu gerbang Kota Tasikmalaya dari arah Bandung (Ibu Kota Provinsi Jawa Barat)

Ibukota kecamatan ini berada di Kelurahan Indihiang. Kelurahan di kecamatan ini berkurang dari 13 menjadi 6, 7 sisanya menjadi bagian dari Kecamatan Bungursari yang diresmikan dengan Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 6 Tahun 2008.

Persitas Tahun 1929

Pekabaran; No. 4; 20 Januari 1929 Tahon ka I
Sport (“Voetbal di Tasikmalaja”)

Sejarah Singkat Lanud Wiriadinata di Tasikmalaya

Pada awalnya Lanud Wiriadinata ini adalah Pangkalan Udara Cibeureum Tasikmalaya yg terletak di Kelurahan Setiajaya, Setianegara, dan Setiaratu di Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya dan merupakan peninggalan penjajahan Belanda yang dipergunakan sebagai tempat landing serta take off pesawat-pesawat militer Belanda, begitu juga pada masa pendudukan Jepang. Setelah Jepang rnenyerah pada sekutu dan Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, rakyat Indonesia menghimpun kekuatan untuk merebut kekuasaan dan Jepang, diantaranya Lapangan Udara.

Tuesday, 1 June 2010

Sejarah Batik di Tasikmalaya

Sekarang ini kata batik sudah banyak dikenal di luar negeri. Baik wanita maupun pria Indonesia dari berbagian suku gemar memakai bahan pakaian yang dihiasi pola batik ataupun kain batiknya sendiri, yang dibuat dan digunting menurut selera masing masing. Para turis asing ataupun pejabat-pejabat asing yang tinggal di Indonesia pun sangat gemar akan batik dan sering membawanya pulang sebagai oleh-oleh.

Sesudah menyebut semuanya ini, tentu timbul pertanyaan apakah sebenarnya batik ini?.

Dalam tulisan ini kami mencoba menjelaskan secara ringkas tentang arti batik, cara membatik serta sejarah perkembangan batik.

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...